Sabtu, 21 Maret 2015

Persalinan Normal Pada Penderita Mata Minus



Mungkin anda belum menemukan alasan kenapa dokter kandungan atau bidan menyarankan pasiennya untuk melahirkan secara caecar yang dikarenakan oleh mata minus? Pada saat wanita mengalami kehamilan, perubahan hormonal berdampak banyak pada seluruh organ tubuh wanita hamil, tidak terkecuali pada mata. Pada umumnya gangguan mata yang terjadi pada saat hamil terdiri dari retina eksudatif detasemen regmatogen dan ablasio retina (lepas retina). Retina eksudatif detasemen regmatogen, Ablasio Retina atau retina lepas dapat terjadi dikarenakan oleh peradangan hebat, trauma tabrakan, tumor, diabetes dan pre-eklamsia (darah tinggi).

Benarkah retina dapat lepas?

Apa penyebab retina lepas? Terdapat dua faktor yang menyebabkan retina lepas. Faktor pertama, kondisi retina yang tipis menjadikannya mudah robek, hal ini biasanya terjadi pada wanita hamil yang usianya melebihi 40 tahun. Faktor kedua, adanya cairan gel yang ada pada bola mata dan viterous gel atau badan kaca. Cairan serta gel tadi sangat mudah sekali meresap pada lubang yang mengalir ke retina menjadikan retina tersebut mudah untuk dipisahkan. Ablasio retina biasanya dapat terjadi terhadap wanita hamil yang mengalami pre-eklamsia (darah tinggi). Pada kondisi ini pre-eklampsia mengalami penumpukan cairan di bagian lapisan bawah penglihatan saraf pada optik mengalami penurunan drastis. Namun pada saat proses persalinan itu selesai cairan tersebut akan hilang sendirinya, sehingga mata akan kembali normal sehingga tidak ada kaitannya mata mengalami minus atau tidak. Jika anda berada pada kondisi ini, berkonsultasi dengan dokter ahli adalah cara yang paling tepat untuk melakukan pencegahan. Sedangkan datesemen regmatogen retina seing terjadi pada wanita hamil yang mengalami rabun jauh (mata minus). Risiko ablasio retina ini lebih berpengaruh pada wanita hamil yang mengalami mata minus tinggi di atas 6 dioptri. Yang harus diperhatikan robekan ini pada dasarnya bisa saja terjadi kepada semua orang tidak hanya orang yang mengalami mata minus ataupun mata plus.

Bisakah Melahirkan Normal

Dengan demikian pertanyaannya apakah wanita hamil yang mengalami mata minus dapat melahirkan dengan normal? Melahirkan pada dasarnya yaitu proses psikologis dan mengejan, pada saat proses persalinan yang sama halnya dengan BAB (Buang Air Besar) atau proses defekasi. Sehingga anda sebagai wanita hamil tidak perlu menghawatirkan masalah mata minus karena anda masih berpeluang untuk melahirkan normal. Robekan retina ini tidak berhubungan secara langsung dengan aktivitas saat melahirkan ataupun pada saat kesulitan defekasi. Robekan retina ini akan terjadi oleh benturan di mata dan kepala.
Periksa mata Anda. Oleh sebab itu, rutin mengkonsultasikan kehamilan pada dokter itu sangat penting. Khususnya wanita hamil dengan kondisi mata minus. Konsultasikan mata anda secara teratur, dan sangat dianjurkan sekali untuk memeriksakan keadaan retina mata anda pada dokter spesialis mata bagian retina (opthalmologist) sebelum memulai kehamilan dan sebelum melahirkan. Dengan memeriksakannya pada dokter spesialis semua dapat terlihat jelas apakah terdapat robekan, dan dapat terlihat area robekan tersebut menggunakan alat-alat khusus. Jika diketahui terdapat robekan maka anda dapat segera mengambil tindakan, sebab jika tidak segera mengambil tindakan, dalam jangka waktu yang panjang ablasio dapat mengakibatkan ketidak sempurnaan dalam melihat atau mengakibatkan cacat (kebutaan) permanen.

Demikian tips bagi wanita hamil yang mengalami mata minus :

  1. Mengkonsultasikan dengan dokter mata spesialis retina secara teratur setiap 5 atau 6 bulan
  2. Apabila terdapat risiko robek retina maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan cara yang baik pada saat melahirkan
  3. Sebaiknya anda tidak melakukan pengobatan yang berkedok alternatif agar tidak terjadi hal yang buruk
  4. Untuk mencegah terjadinya kontraksi atau hal lainnya, eriksakan retina jauh dari waktu kelahiran
  5. Melakukan pemeriksaan kesehatan anda dan janin sebelum persalinan
  6. Melakukan pola hidup sehat dengan mempersiapkan keadaan tubuh, dan mental agar dapat melakukan persalinan secara normal
  7. Melatih pernafasan sehingga pada saat persalinan semuanya berjalan dengan lancar.

Rabu, 18 Maret 2015

Bunga Edelweis

Manfaat Bunga Edelweis

Bunga edelweis dengan nama latin Leontopodium akinum merupakan bunga yang tenar di kalangan para pendaki. Bunga ini memiliki julukan bunga abadi, kenapa disebut dengan bunga abadi? Ternyata di dalam bunga Edelweiss terkandung hormon etilen, yakni hormon yang berfungsi sebagai penekanan hormon sehingga bunganya tidak bisa gugur dan yang hebatnya lagi bunga ini dapat mekar sampai 10 tahun lamanya bila menyimpanan nya ditempat yang kering dan dengan suhu ruangan.

Bunga edelweiss tumbuh di ketinggian dengan tempat yang terbuka dan lembab. Untuk dapat berbunga dan tumbuh, edelweiss memerlukan kurang lebih 5 tahun lamanya. Edelweiss memiliki sejarah yang melegenda di negara Eropa bagian utara, karena dipercaya dapat melindungi mereka saat perang. Dan di negara Swiss para pemudanya rela mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil bunga keabadian ini sebagai rasa cintanya yang abadi untuk pasangannya. Edelweis memiliki arti yang indah dalam bahasa Jerman, Edelweis artinya mulia dan putih. Sesuai dengan artinya bunga ini berwarna putih dengan corak kuning adapula putih berkombinasi dengan abu-abu dan kehijauan. Tapi, berbesit kabar burung yang mengatakan ada pula bunga edelweiss yang memiliki warna merah, ungu dan biru.


Manfaat Bunga Edelweis
Bunga Edelweis

Khasiat Bunga Edelweis
Ekstrak dari bunga edelweiss dapat dijadikan obat sejak peradaban kuno untuk mengatasi berbagai penyakit seperti diare, disentri, TBC dan difteri.  Karena bunga tersebut memiliki kandungan anti-oksidan yang cukup banyak, yaitu anti-mikroba yang dapat membunuh jamur dan bakteri dan memiliki sifat anti-inflamasi atau radang. Ekstrak dari bunga tersebut juga memiliki sifat pelindung yang sangatlah baik bagi keremajaan sel-sel dalam kulit dan melindungi kulit agar tetap kelihatan muda dan segar dengan menghancurkan radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Bunga edelweiss bisa dijadikan teh yang dapat mengobati sirkulasi yang buruk, batuk, difteri dan kanker payudara. Bisa juga dijadikan salep sebagai perlindungan kulit dari sinar UV, meredakan rasa sakit karena rematik dan menyembuhkan luka.

Namun, bagaimanapun juga bunga Edelweis merupakan bunga yang lama untuk tumbuh dan berbunga kembali, sepatutnya kita sebagai para pendaki tetap menjaga kelestarian dari bunga edelweiss agar dapat menjadi bunga abadi dengan cara tidak merusaknya ataupun memetiknya sebagai kenang-kenangan. Tapi, bila untuk pengobatan bolehlah mengambil bunga abadi ini dengan sewajarnya.